Pentingnya Akhlak.

0
21

Hasil gambar untuk akhlak

source pict.

بسم الله الرحمن الرحيم

AL AKHLAQ

Salah satu misi utama diutusnya Muhammad Rasulullah saw adalah untuk menyempurnakan dan memperbaiki akhlak manusia.  Ketika terjadi dekadensi moral yang sangat luar biasa maka muncullah seorang manusia yang berakhlak mulia mengajak manusia untuk hidup di bawah naungan aturan Wahyu Alloh SWT.

Kata akhlak itu punya akar kata yang sama dengan kata Khalik dan juga makhluk. Akhlak itu adalah perilaku makhluk (manusia)  yang bersesuaian dengan Khalik (Pencipta)  yaitu Alloh Rabbul ‘Alamiin. Jika manusia dalam hidupnya melakukan kemaksiatan,
kejahatan dan kerusakan maka manusia itu adalah manusia yang tidak berakhlak.  Dan ini artinya bahwa perilaku manusia tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Alloh SWT.

Rasulullah saw yang merupakan suri tauladan bagi kita adalah sosok manusia yang memiliki akhlak yang sangat mulia dan sangat Agung, sebagaimana Firman Alloh dalam al qur’an:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar – benar berbudi pekerti yang agung. (Qs.  Al qolam ayat 4).

Ketika beliau,  Muhammad Rasulullah saw dituduh sebagai orang gila, padahal beliau adalah manusia sempurna, beliau hadapi semua itu dengan keagungan akhlak yang beliau miliki.  Alloh SWT akhirnya memuji Rasulullah bahwa beliau memiliki akhlak yang sangat Agung.  Kekuatan akhlak akhirnya meruntuhkan hegemoni kaum jahiliyah pada masa itu dan akhirnya banyak dari mereka berhijrah dan mengikuti ajaran Rasulullah saw.

DEKADENSI MORAL

Sejalan dengan berjalannya waktu, akhlak atau etika yang sangat mulia yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya mengalami degradasi,  mengalami pergeseran. Di akhir zaman ini etika buruk seakan mendominasi kehidupan manusia bahkan ironisnya juga terjadi dikalangan kaum muslimin. Islam dan syari’at islam malah menjadi ternodai oleh buruknya akhlak sebagian kaum muslimin.

لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ

ثُمَّ رَدَدۡنَٰهُ أَسۡفَلَ سَٰفِلِينَ

Sesungguhnya Kami telah ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik – baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah – rendahnya. (Qs. At tin ayat 4 -5)

Alloh SWT menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa dan negara. Tujuannya adalah agar manusia saling kenal mengenal meskipun berbeda suku,  bangsa dan negara.  Walaupun begitu banyak perbedaan tapi tetap akan terpelihara perdamaian antar sesama manusia.  Alloh perintahkan kepada manusia agar selalu berbuat baik terhadap siapapun,  bahkan Alloh perintahkan berbuat baik sebagaimana Alloh berbuat baik kepada manusia.  Jika kita perhatikan Alloh akan memberikan kebaikan kepada manusia disaat manusia kufur kepada-Nya.

Sesama muslim Alloh perintahkan untuk tidak saling menghina, tidak boleh saling mencaci. Tidak boleh sebagian orang merasa dirinya lebih baik dari yang lainnya, karena sangat mungkin orang yang dihina lebih baik dari yang menghina.  Bahkan Rasulullah saw bersabda:

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin ‘Ammar] telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Al A’masy] dari [Syaqiq] dari [Ibnu Mas’ud] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mencela orang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran.” (HR.  Ibnu Majah no.  3929)

Realita yang terjadi hari ini justru banyak terjadi permusuhan, pertikaian yang tidak berkesudahan.  Caci maki sudah menjadi konsumsi harian bahkan pembunuhan sadis terjadi dimana – mana.  Dekadensi moral telah mewabah dan menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia.

KEMBALI KEPADA KEMULIAAN AKHLAK

Peringatan demi peringatan sudah disampaikan,  semoga manusia sadar dan merubah dirinya menjadi insan yang  beretika, berakhlak mulia khususnya kepada kaum muslimin.  Semoga umat islam menjadi pelopor dalam segala kebaikan dan mampu menampilkan akhlak yang mulia dalam segala aspek kehidupannya.  Dalam rumah tangganya,  dalam masyarakatnya dan bahkan dalam bangsa dan negaranya.  Dalam semua lini kehidupan mampu mempraktekkan akhlak yang mulia, termasuk dalam berpolitik.  Di tahun – tahun politik ini mari kita tunjukkan etika politik yang Indah yang bermuatan akhlakul karimah.  Sesama anak bangsa bilkhusus sesama muslim jangan bertikai,  jangan saling mencaci dan jangan saling menjelekkan. Kita boleh beda pilihan,  boleh beda warna bendera partai tapi kita harus tetap menjaga etika atau akhlak yang baik, karena pada dasarnya kita punya tujuan yang sama ingin membangun negeri ini menjadi lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here