Para Perusuh Itu Bukan Mati Syahid

0
30

قال النبي ﷺ :

“من كَره من أميرهِ شيئا فليصبر

فإنه من خَرج مِن السلطانِ شبرًا ماتَ ميتةً جاهلية”

صحيح البخاري ٧٠٥٣.

ثمَّ !

لا يكفيهم النُّصح و لا يقتنعون بدليل ، لماذا !

لأنَّهم طُلاب دنيا أتباع أهواء مُنحرفون على هدي النَّبي صلى الله عليه و سلم .

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Abu Raja’, dari Ibnu ‘Abbas, dinyatakan, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

ﻣَﻦْ ﻛَﺮِﻩَ ﻣِﻦْ ﺃَﻣِﻴﺮِﻩِ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻓَﻠْﻴَﺼْﺒِﺮْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﻴْﺲَ ﺃَﺣَﺪٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺧَﺮَﺝَ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺴُّﻠْﻄَﺎﻥِ ﺷِﺒْﺮًﺍ ﻓَﻤَﺎﺕَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎﺕَ ﻣِﻴﺘَﺔً ﺟَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔً

“ Barangsiapa membenci sesuatu yang ada pada pemimpinnya, hendaklah ia bersabar. Sebab, tak seorangpun boleh memisahkan diri dari jama’ah, sekalipun hanya sejengkal, kemudian dia mati, maka matinya adalah seperti mati jahiliyyah .”

[ Bukhari ]

Imam Bukhari menuturkan sebuah hadits dari ‘Abdullah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda kepada kami:

ﺳَﺘَﻜُﻮﻥُ ﺃَﺛَﺮَﺓٌ ﻭَﺃُﻣُﻮﺭٌ ﺗُﻨْﻜِﺮُﻭﻧَﻬَﺎ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻤَﺎ ﺗَﺄْﻣُﺮُﻧَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﺗُﺆَﺩُّﻭﻥَ ﺍﻟْﺤَﻖَّ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺗَﺴْﺄَﻟُﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻟَﻜُﻢْ

“ Kalian akan melihat pada masa setelahku, ada suatu keadaan yang tidak disukai serta hal-hal yang kalian anggap mungkar. Mereka (para shahabat) bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami, wahai Rasulullah?

Beliau menjawab, “Tunaikanlah hak mereka, dan memohonlah kepada Allah hak kalian.”

[ Bukhari ]

Dalam Syarh an-Nawawi ‘alâ Shahiih Muslim telah dinyatakan, “ Memisahkan diri dari mereka —maksudnya, para penguasa— hukumnya jelas haram, berdasarkan ijma’ kaum Muslim, walaupun para penguasa itu orang yang fasik dan zalim. Banyak hadits yang menunjukkan pengertian seperti pendapat saya ini”

(Syarh Shahih Muslim, juz VIII, hal. 35).

Dari sahabat Abu Umamah radhiyallaahu ‘anhu :

«لَا تَسُبُّوا الْأَئِمَّةَ، وادْعُو اللهَ لَهُمْ بالصلاح، فَإِنَّ صَلَاحَهُمْ لَكُمْ صَلَاحٌ»

Janganlah kalian memaki-maki para penguasa. Tetapi doakanlah mereka agar menjadi baik, karena kebaikan mereka adalah kebaikan kalian juga.

Hadits hasan riwayat al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir (7609).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here