Belajar islam santun

0
37

Bayu Skak yang memiliki nama asli Bayu Eko Moektito kelahiran Malang ini adalah seorang aktor, komedian dan personalia YouTube yang mana tentu tak asing ditelinga kita.

 

Dia selalu menghiasi you tube dengan konten-konten comedian dengan bahasa khas jawanya, yang sukses menjadi YouTuber  sehingga membuat film yo wiss ben 1 dan 2 laris manis di masyarakat. Dari semua kesuksesannya kemudian dia menghilang dari YouTube cukup lama karena fokus pada pembuatan produk filmnya.

 

Pada 25 Mei lalu, Bayu kembali post video yang berjudul Makaryo Cok!, Di video ini, Bayu menjelaskan alasannya mengapa lama tak post video lagi. Kemudian pada tanggal 31 Mei Bayu mengupload video yang terbaru lagi yang berjudul Islam dan Bernegara. Di video ini bayu menyuguhkan sesuatu yang unik yang berbeda dari biasanya.

 

Dalam video tersebut, Bayu sedang santai sembari menunggu azan magrib yang juga menunjukan waktunya berbuka puasa dengan dua anak, membahas tentang sebuah arti kehidupan berislam dan bernegara dengan mencampurkan semua unsur seperti unsur Agama Islam, Toleransi, Nasionalisme, dan Sejarah.

 

Bayu memaparkan penjelasan tentang tujuan baik dari beberapa adat yang ada di Indonesia seperti slametan, tahlilan, dan adat makan-makan lainnya. Banyak sekali perdebatan masalah ini. Namun hal seperti ini sebenarnya tak perlu adanya perdebatan, adat seperti ini tak diwajibkan oleh agama. Boleh melakukan bagi siapa yang mampu dan bila tidak mampu boleh meninggalkan.

 

Indonesia memiliki cara sendiri dalam berbangsa dan beragama, dengan adanya adat seperti ini, maka akan menjadikan masyarakat sering berkumpul dan bercengkrama dengan tetangga sehingga semakin meningkatkan persaudaraan dan persatuan antar umat Islam lainnya.

 

Agama menganjurkan kita untuk bersedekah sehingga dengan memberikan makan kepada tetangga adalah sebuah amal sedekah. Tentu hal seperti ini tak diwajibkan hanya dianjurkan bagi yang mampu sebagai wujud penghormatan terhadap tamunya.

 

Baca Juga:  Pancasila Sakti, Radikalisme Mati

Makan-makan telah menjadi ciri khas bagi bangsa Indonesia, seperti saat agustusan, rapat, silaturahmi, dan acara formal umum lain yang tak mengandung unsur agama sekalipun.

 

Gus Dur pernah mengatakan bahwa kita ini, orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang kebetulan di Indonesia. Maka kedua arti tersebut harus dibedakan.

 

Dalam sejarahnya agama Islam dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan budaya yang berbeda. Maka dari itu jangan sampai antara agama dan budaya dibenturkan, namun diakulturasikan.

 

Islam adalah agama yang ramah dengan budaya selama tidak bertentangan dengan agama maka budaya atau adat itu bisa dilestarikan. Islam juga memiliki tujuan dalam penyebarannya yakni disetiap adanya Islam maka haruslah diwujudkan dengan adanya keamanan, kerukuran di sebuah bangsa tersebut.

 

Karena Islam itu membawa perdamaian dan ini akan tewujud dengan cara membiasakan diri untuk bersikap toleransi saling menghargai antar perbedaaan yang ada dalam sebuah bangsa, dan menjunjung tinggi akhlak. Sebagaimana yang dikatakan M. Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Islam yang saya anut.

 

Walisongo saat menyebarkan Islam di Indonesia tak serta merta diterima oleh masyarakat namun mengalami penolakan-penolakan dari masyarakat, sehingga Walisongo menyebarkan Islam melewati adat dan apa yang disukai dari masyarakat sekitar sebagaimana Sunan Kalijaga memasukan Islam melewati seni seperti Wayang kulit, tembang, dll. sehingga Islam dapat diterima oleh masyarakat sekitar.

 

Begitupun dengan para Wali dan Alim Ulama lainnya juga menyebarkan Islam dengan berbagai cara pendekatan agar Islam bisa diterima oleh masyarakat dengan sedikit demi sedikit, membuang unsur jelek yang ada dalam adat dengan mengganti dengan unsur Islam dan melestarikan adat yang baik yang tak berlawanan dengan Islam.

 

Baca Juga:  Menyempurnakan Patriotisme Pancasila Berketuhanan

Bayu juga menjelaskan bagaimana pentingnya sebuah rasa cinta adat dan budaya yang ada di negeri tercinta ini

Sumber : Harakatuna

#muslimsejati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here