Penguatan Pancasila sebagai Benteng Radikalisme

0
159

1 Oktober merupakan hari kesaktian Pancasila. Hari ini berbeda dengan hari lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni. Hari lahir Pancasila lebih berkaitan dengan gerakan G30S/PKI yang terjadi pada tanggal 30 Oktober 1965.

Hari Kesaktian Pancasila sangat layak dan relevan diperingati dan refleksikan dalam konteks kekinian dan kedisinian. Bahwa dahulu ada sekelompok yang gencar melakukan gerakan secara radikal untuk menyebarkan ideologi komunis. Kondisi ini kemudian mengancam eksistensi Pancasila yang kala itu menjadi dasar negara Indonesia.

Kini, Pancasila tidak hanya menghadapi ancaman dari komunisme, melainkan juga dari ideologi lain seperti khilafah. Di katakan ancaman karena kedua ideologi tersebut meniscayakakan pergantian Pancasila. Tentu kondisi ini tidak kita inginkan.

Untuk itu, perlu adanya formula yang jitu untuk menguatkan Pancasila sebagai ideologi final Indonesia. Bersamaan dengan itu, Pancasila juga harus benar-benar menunjukkan bahwa ia adalah satu-satunya ideologi yang compatible untuk NKRI.

Konteks Indonesia

Komposisi Indonesia sangatlah beragam, heterogen, plural, dan majemuk. Kondisi ini ditambah dengan banyaknya etnis, suku, agama, ras, dan kebudayaan. Karena itu, perlu “ideologi” untuk mengikat dan menyatukan tenun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kebutuhan akan satu ideologi sudah dikatakan oleh Ernest Renan jauh-jauh hari. Bahwa bangsa bisa terbentuk dan kuat karena didasari atas solidaritas antara sesama warga masyarakat dan dorongan jiwa yang dapat menggerakkan manusia untuk saling menghargai kebersamaan. Dalam konteks Indonesia, solidaritas itu dibentuk dalam wadah Pancasila.

Kita, juga sebagaimana yang sudah disepakati oleh para founding father kita terdahulu, bahwa keputusan untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar negara bukanlah keputusan yang asal-asalan belaka. Lebih dari itu adalah demi keberlangsungan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Membendung Radikalisme dalam Spirit Idul Fitri

Dalam konteks untuk menanggalangi radikalisme, Pancasila sesungguhnya tak ada duanya. Artinya, Pancasila sangat efektif untuk menangkal Pancasila. Bahwa akar masalah radikalisme dan terorisme dapat dilacak dari beberapa hal; pertama, ketidakadilan, kedua, kesenjangan sosial, ketiga, ideologi/paham.

Pancasila sangat menekankan keadilan sosial, sebagaimana yang termaktub dalam sila kelima. Dengan demikian, jika saat ini masih marak gejala radikalisme di Indonesia, maka implementasi sila kelima harus dikuatkan lagi. Inilah PR kita semua, terutama para pemangku kebijakan agar mewujudkan keadilan sosial sebagai mana ruh Pancasila.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here