Saling Memaafkan Jalan Mencapai Kemuliaan

0
98

Terkadang ada kesalahan yang sulit di maafkan meski kita semua sudah tahu bahwa Tuhan pun maha pemaaf, apakah kita hambanya tidak bisa memberi maaf meski hati telah membenarkan bahwa memaafkan adalah suatu hal yang sangat mulia daripada membalas seseorang dengan kebencian, sebuah ilustrasi ketika seseorang yang kita kenal dekat atau seseorang yang kita cintai mengucapkan kata yang tak pantas atau melakukan pengkhianatan dibelakang kita, pasti akan sakit hati sebab tiap orang punya sisi manusiawi

bahwa hati adalah wadah, yang menampung perasaan, senang, sedih, jatuh cinta dan sakit hati jadi tiap apa yang terlihat oleh mata yang terdengar oleh telinga, dan terlintas dipikiran akan tersampaikan dan hati akan merasakan. Namun kembali lagi bagaimana seseorang bisa pandai dalam menempatkan perasaaanya sehingga tidak mudah terbawa dan menyalahkan seseorang.

Perlu disadari bahwa setiap dari manusia memiliki ego, ada yang sadar ketika ia melakukan kesalahan tapi gengsi untuk meminta maaf, dan ada yang meminta maaf secara tulus namun orang yang dimintai maaf belum bisa memaafkan karena masih memendam sakit hati, itu semua kembali lagi ke pribadi masing-masing akan tetapi perlu kita ingat bahwa meminta maaf adalah perbuatan yang terpuji, sebab dengan menyadari kesalahan seseorang bisa belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya, dengan tidak mengulangi kesalahan yang telah ia perbuat.

Dan begitupun orang yang mudah memaafkan akan menjadi orang yang lebih mulia di hadapan manusia dan dihadapan Tuhan, sebab menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan setiap darinya pasti pernah melakukan kesalahan termasuk diri sendiri.

Kita juga perlu belajar dari kisah nabi, dimana beliau ketika menyebarkan dakwah di Thaif, berharap dakwahnya di terima oleh penduduk pada saat itu, tapi malah diperlakukan sebaliknya bahkan nabi sampai dilempari batu dan yang lebih tidak manusiawi lagi beliau dilempar kotoran, tapi apakah dengan perlakuan tersebut nabi menjadi benci terhadap orang-orang yang memperlakukannya seperti itu? padahal nabi bisa saja membalas perlakuan mereka dengan mengadu kepada Allah agar mereka ditimpakan azab, akan tetapi karena kebaikan dan kemuliaan hati nabi, beliau hanya bersabar dan malah mendoakan yang terbaik untuk orang-orang tersebut agar supaya bisa bertaubat dan kembali kejalan Allah.

Baca Juga:  Menelusuri Epistemologi Faidhul Barākat Fī Sab’il Qirā’at

memang sulit untuk bersikap seperti nabi terhadap orang-orang tersebut akan tetapi tetap harus di usahakan jika kita memang mencintai nabi,berarti kita mengupayakan untuk mengikuti nilai-nilai moral yang telah diajarkan oleh nabi. lagi-lagi meminta maaf dan memaafkan adalah dua hal yang sangat sulit untuk dilakukan bagi sebagian orang, baik karena rasa gengsi dan sakit hati, akan tetapi orang yang sebenarnya mudah memaafkan bukanlah orang yang lemah, justru ia adalah orang yang mulia, dimana ketika orang itu sebenarnya mampu untuk membalas tetapi ia lebih memilih bersabar dan berdamai maka sejatinya ia adalah orang yang dimuliakan, sebagaimana sabda nabi

وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ

Artinya : Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.(HR.Muslim No. 4689)

Menjadi pemaaf bukan berarti takut atau pengecut akan tetapi lebih memilih untuk berdamai agar saling mengeratkan ikatan persaudaraan daripada bermusuhan, sebab harus disadari bahwa tanpa orang lain maka kita tak ada apa-apanya dan bukanlah siapa-siapa.

Dan Allah berfirman dalam Qur’an Surah Asy-Syura ayat 40.

Artinya: Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik Maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS: Asy-Syura: 40)

Sudah jelas bahwa orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain maka akan diberikan ganjaran pahala oleh Allah, itulah janji Allah yang pasti bagi hambanya. Sebab apa bedanya kita jika membalas kejahatan dengan kejahatan pula, hanya akan menambah permasalahan, adapun jika orang tersebut terus saja mengulangi kesalahannya maka sekali-kali perlu diberikan pelajaran agar supaya ia sadar bahwa perbuatannya tidak mencerminkan dirinya sebagai manusia yang punya hati nurani.

Baca Juga:  Berita Hoax Ancam Negara Demokratis

Maka dari itu perlu untuk menguatkan hati agar tidak mudah sakit hati, sadari bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan termasuk diri sendiri, sebaik-baik dari kita mengakui kesalahan dan sadar untuk tidak mengulanginya kembali, menyadari kesalahan dengan meminta maaf tidak menurunkan derajat kemanusiaan dan memberi maaf bukan berarti lemah sebab memaafkan adalah perbuatan yang mulia.wallahu a’lam

 

Sumber : https://www.harakatuna.com/saling-memaafkan-jalan-mencapai-kemuliaan.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here