Dakwah Beda Madzhab, Bukan Beda Agama

0
25

Muhammad Putra Qadli Abu Ya’la berkata bahwa ada seseorang yang ingin belajar ilmu fikih kepada Ayahnya. Qadli Abu Ya’la berkata: ﺃﻧﺖ ﺷﺎﻓﻌﻲ، ﻭﺃﻫﻞ ﺑﻠﺪﻙ ﺷﺎﻓﻌﻴﺔ، ﻓﻜﻴﻒ ﺗﺸﺘﻐﻞ ﺑﻤﺬﻫﺐ ﺃﺣﻤﺪ؟ “Kau bermadzab Syafi’i, warga negaramu juga pengikut Syafi’i. Mengapa kau ingin belajar Madzhab Hambali?” Pemuda itu menjawab: ﻗﺎﻝ: ﻗﺪ ﺃﺣﺒﺒﺘﻪ ﻷﺟﻠﻚ. “Saya senang Madzhab Hambali karena saya senang pada Anda” Qadli Abu Ya’la berkata: ﻓﻘﺎﻝ: ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﻣﺎ ﻫﻮ ﻣﺼﻠﺤﺔ. ﺗﺒﻘﻰ ﻭﺣﺪﻙ ﻓﻲ ﺑﻠﺪﻙ ﻣﺎ ﻟﻚ ﻣﻦ ﺗﺬاﻛﺮﻩ، ﻭﻻ ﺗﺬﻛﺮ ﻟﻪ ﺩﺭﺳﺎ، ﻭﺗﻘﻊ ﺑﻴﻨﻜﻢ ﺧﺼﻮﻣﺎﺕ، ﻭﺃﻧﺖ ﻭﺣﻴﺪ ﻻ ﻳﻄﻴﺐ ﻋﻴﺸﻚ “Wahai anakku, itu tidak baik. Kau akan menyendiri di daerahmu, tidak ada yang bisa diajak belajar denganmu. Kau akan mengalami permusuhan sementara kau seorang ini. Hidupmu tidak akan baik” Kemudian Qadli Abu Ya’la ini mengantarkan pemuda tersebut kepada Syekh Abu Ishaq yang bermadzab Syafi’i >> Al-Hafidz Adz-Dzahabi, Tarikh Al-Islam 32/157Duhai para pendakwah Salafi wa man intasaba ilaihim, Aceh adalah Serambi Mekkah, ratusan tahun saudara kami di sana telah menjalankan syari’ah Islam dengan pemahaman 4 Madzhab, sama seperti kami di Nahdlatul Ulama. Jika dakwah Anda disana ditolak dan dihalangi bukan karena anda sama seperti Nabi yang hendak mendakwahkan Islam kepada Kaum Musyrikin. Jika begitu pergilah ke negara yang belum didatangi pendakwah Islam. Madzhab kita memang beda, tetapi cara dakwah Anda yang sering mengklaim syirik, bid’ah dan seterusnya beresiko mendapat penolakan. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here