Takfirisme Menembus Masalah Hadis Muhtadhar

0
104

Mengenai muhtadhar atau orang yang sedang sakaratul maut ini, ada hadis riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan al-Nasai, dari Ma’qal bin Yasar, Nabi SAW bersabda: “Yāsin qalbu al-Quran, lā yaqra-uhå rajulun yurīdullāh wa al-dāra al-ākhirata illā ghufira lahu, wa-iqra-ūhā ‘alā mautākum—Yāsin adalah hatinya al-Quran. Siapa saja yg membaca yasin dan menginginkan Allah dan akhirat, akan diampuni dosanya. Bacalah Yasin kepada mayat kalian.”

Dalam Subul al-Salam, makna mautaakum mencakup semua kondisi mayyit, baik saat naza’, saat wafat, maupun setelah dikubur. Meskipun Albani mendhaifkannya, tapi Ibnu Hajar dalam al-Talkhis al-Habir menyatakannya shahih karena sesuai dgn amaliyah sahabat.

Dalam Syiah, berdasarkan hadis riwayat Sulaiman al-Ja’fari pun demikian. Bahwa Musa bin Ja’far memerintahkan puteranya Qasim untuk membacakan qs. Al-Shaffat. Sedangka saat ditanya oleh Ya’qub bin Ja’far kenapa al-Shaffat, padahal sebelumnya kebiasannya adalah membaca Qs. Yasin. Imam Musa menjawab bahwa Qs. Al-Shaffat mempermudah kesulitan mayyit menghadapi maut. Ibnu Taimiyyah sendiri dalam al-Ikhtiyarat sendiri membenarkan bacaan Yasin atas orang yang menghadapi ajal.

Nisa Sabyan bukan hanya nanyiannya yang sudah mulai boring, tapi tingkahnya ikut2an menyebarkan sejenis faham takfirisme juga njembeki.

Source Harakatuna.com

Ahmad Mustafit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here