Pesantren Tempat Teraman Hadapi Krisis Moral dan Radikalisme

0
100

Harakatuna.com. Magelang-Pesantren, selain menjadi garda pencetak ulama-ulama yang mumpuni dan memiliki uswah hasanah (contoh baik) bagi umat juga diharapkan sebagai penjaga moral kebangsaan.

Diharapkan lulusan pesantren semakin banyak yang terlibat aktif dalam gerakan kemasyarakatan dan kebangsaan untuk mengawal bangsa ini menjadi bangsa yang adil dan berdaulat.

“Di saat kerusakan moralitas melanda di mana-mana. Juga masuknya paham-paham radikalisme. Maka pesantren hari ini menjadi tempat yang paling aman untuk tumbuh kembangnya anak-anak kita,” kata KH Yusuf Chudlori, Pengasuh Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (21/6).

Di dalam pesantren terangnya, lingkungan sehat dan para santri dibiasakan shalat berjamaah lima waktu, mengaji siang dan malam serta ditanamkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Para santri juga diajari bagaimana menghormati dan berbakti kepada orang tua.

“Pesantren tidak hanya ingin mencerdaskan akal pikiran. Tetapi lebih dari itu pesantren berupaya mencetak karakter, membentuk generasi akhlakul karimah,” terangnya.

Selain itu lanjut Gus Yusuf, ada hal lain yang ditanamkan pada pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah yakni penanaman kecintaan terhadap tanah air (hubbul wathan).

“Sungguh beruntung orang tua yang anaknya di pesantren. Insyaallah anda akan panen kelak nanti. Mendapatkan auladan abraran, anak-anak yang bisa membahagiakan orang tua. Tidak hanya dunia, tapi bahagia di akhirat nanti,” ungkapnya melalui akun Gus Yusuf Channel.

Ia pun menegaskan pentingnya menuntut ilmu apalagi bagi para generasi muda dengan mengutip ayat Al-Qur’an Surat At Taubah: 122. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa tidak sepatutnya bagi orang-orang beriman pergi semuanya (ke medan perang).

“Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya,” pungkasnya sesuai terjemah ayat tersebut.

Baca Juga:  Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di UNRI

Terkait pesantren yang diasuhnya, ia pun mengingatkan santrinya tentang jadwal pelaksanaan kegiatan pembelajaran di Pesantren Tegalrejo setelah libur Idul Fitri 1440 H.

“Hanya memberitahukan bahwa batas akhir masuk santri putra API Salaf Tegalrejo yaitu hari Sabtu malam Ahad tanggal 22 malam 23 Juni 2019 M. Lebih tepatnya tanggal 18 malam 19 Syawal 1440 H Jam 20.00 WIB harus sudah dipondok API tercinta. Besar harapan kami teman-teman tidak ada yang terlambat masuk pondok, karena pada malam ahad tersebut sudah dimulai pengajian,” pungkasnya.

Source Harakatuna.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here