menerapkan Nilai pancasila dalam aktifitas Medsos

0
26

Harakatuna.com. Tangerang Selatan- PP Muhammadiyah dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan kembali mengadakan kegiatan Sosialiasi dan Aksi Negara Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi Wasy Syahadah pada hari Sabtu (13/07).

Kali ini mengambil tema Etika Informasi. Yang menjadi peserta dalam acara tersebut adalah para Kepala Sekolah, Guru dan Pelajar Muhammadiyah di lingkungan Tangerang Raya. Acara tersebut berlangsung di Aula SEAMOLEC, Universitas Terbuka Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Hadir dan memberikan sambutan, Edy Kuscahyanto ( Wakil Ketua Majelis Pustaka Informasi PP Muhammadiyah), Alpha Ammirachman (Direktur SEAMOLEC). Dan dua narasumber seminar, Dadang Kahmad (Ketua PP Muhammadiyah) dan Aris Darmansyah (Staf Ahli Kemenko PMK)

Dalam sambutanya Edykus mengatakan “Acara ini sangat relevan karena beberapa tahun terakhir banyak hoax dan ujaran kebencian yang bisa merong-rong sendi-sendi kehidupan berbangsa”.

Hal tersebut diamini oleh Alpha, “Informasi hoax yang sudah menyebar susah dikendalikan, misalnya ada isu penghapusan pendidikan agama, padahal itu tidak benar, tapi setiap ke daerah saya selalu dimintai klarifikasi” ujarnya.

Dalam materinya Prof Dadang menghimbau agar kita semua mengenal berita dg baik agar tidak terpapar hoax, ” Kita harus berpaku pada tiga tahap, pertama, yakin bahwa berita itu benar, kedua berita itu baik, dan yang ketiga yakin memberikan manfaat”.

Aris menambahkan menjaga kerukunan tidak ada artinya jika tidak dibarengi bijak dalam mengunakan media sosial. “Medsos sangat berpengaruh dalam kehidupan, mari saring sebelum sharing” Ujarnya.

Menurut Faozan Amar selaku Koordinator Program mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara PP Muhammadiyah dengan Kementerian PMK dalam rangka sosialisasi keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015, yaitu Negara Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi Waysahadah. “Acara ini bagian dari menyegarkan kembali nilai-nilai Pancasila, bagaimana agar Pancasila tidak hanya jadi simbol, tetapi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya bijak dan arif dalam bermedia sosial. Mulai dari diri kita sendiri, karena bangsa ini perlu keteladanan” Ujar Faozan dalam sambutanya.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel: Peran Tokoh Agama Sangat Vital dalam Merawat Kebinekaan

Tidak hanya seminar, dalam acara tersebut juga diadakan Pelatihan Membuat Konten Positif (video/design) dan teknis memviralkan di medsos diisi oleh Rulli Nasrullah, Dosen Ilmu Komunikasi Pascasarjana UMJ.

Sumber : harakatuna

#muslimsejati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here