Mencerahkan umat dengan narasi kebangsaan

0
105
Harakatuna.com. Jember-Pengurus Anak Cabang (PAC) Iktan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Jawa Timur, selangkah didepan. Walaupun baru dibentuk, namun PAC ISNU pimpinan Lora Ahmad Badrus Solihin ini langsung menunjukkan ‘kinerja’ yang bagus. Salah satu buktinya adalah penerbitan buletin. Namanya Buletin Barokah. Buletin yang mengusung jargon Jendela Pengetahuan Umat itu, terbit setiap Jumat, dan dibagikan secara gratis di masjid-masjid di seluruh Kalisat.“Ini terbitan yang kedua, nanti sambil jalan kita sempurnakan tampilan dan isinya,” tukasnya sebegaimana dilansir NU Online di Kalisat, Jumat (26/7)Menurut Ra Badrus, sapaan akrabnya, membuat buletin tidak susah-susah amat, biayanya juga murah. Namun tidak semua orang/lembaga bisa membuat dan menerbitkannya secara konsisten. Padahal manfaatnya sangat besar.
“Kami sudah bersepakat dengan teman-teman bahwa buletin ini harus eksis,” lanjutnya.
Ia menambahkan, buletin tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pasalnya, saat ini sudah cukup banyak buletin yang dikirim ke masjid-masjid, namun narasinya lebih menjurus pada propaganda, adu domba, mencela amalan orang lain, dan sebagainya. Ujung-ujungnya membikin kebingungan, bahkan keresahan di masyarakat.
“Kita tidak perlu mencela balik. Tidak ada gunanya, saling mencela. Kita hanya perlu memberikan pencerahan (dengan buletin itu) kepada masyarakat agar mereka tahu mana yang baik dan mana yang tidak,” lanjutnya.
Dikatakannya, sebagai bagian dari elemen dari NU, konten Buletin Barokah hanyalah ‘mengabarkan’ tentang sikap dan nilai-nilai yang diusung Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. NU, tambahnya, selalu menghadirkan kesejukan di tengah-tengah masyarakat. Itu karena NU memandang bahwa Islam merupakan agama yang rahmatal lil’alamin, menebar rahmat bagi alam dan segenap isinya.
“Intinya kita berdakwah, menyampaikan kebenaran dengan cara yang benar pula. Jangan sampai terjadi tujuannya benar, tapi cara menggapai tujuan itu tidak benar,” urainya.
Ra Badrus mengingatkan, saat ini terjadi perang informasi, baik di media cetak, lebih-lebih media elektronik. Semuanya saling berhamburan menebar informasi tanpa kendali. Celakanya, banyak dari informasi itu tidak benar, bahkan menyesatkan.
“Kita harus memulai menumbuhkan tradisi menyebar informasi yang benar dan bermanfaat,” pungkasnya.
This post was last modified on 30 Juli 2019 19:06
Sumber : harakatuna
#muslimsejati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here