NKRI Sudah Lama Bersyariah, PP Muhammadiyah: Indonesia Itu Darul Ahdi Wa Syahadah

0
45

Yogyakarta – Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indoenesia (NKRI) sudah lama bersyariah. Itu bisa dilihat dari sila-sila dalam dasar negara Pancasila.

“NKRI itu kan sudah lama bersyariah,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (8/8/2019), dikutip dari laman Republika.co.id.

Penegasan ini disampaikan menanggapi kelompok Ijtima Ulama IV yang merekomandasikan NKRI yang bersyariah dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi. Rekomendasi itu pun kemudian menuai polemik.

Baca Juga: NU-Muhammadiyah Saling Sinergi, Separo Masalah Bangsa Selesai

Haedar pun dengan lugas menyebutkan lima sila Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Menurutnya, tujuan syariah itu sudah tercakup di dalamnya, dan tidak perlu lagi ada idiom-idiom, simbol-simbol dan konsep yang semakin menjauhkan NKRI dari jiwanya.

“Karena hanya berpikir soal nama, soal atribut, soal cangkang, soal kulit, nah Muhammadiyah sudah memandang Indonesia itu darul ahdi wa syahadah,” tukas Haedar.

Baca Juga: PP Muhammadiyah Imbau Elit Politik Makin Santun dan Beri Uswah Hasanah

Haedar menekankan, itu merupakan hasil kesepakatan nasional memiliki Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Ia menegaskan, nilai-nilai Pancasila itulah yang tinggal dipraktikkan.

“Insya Allah, baik syariah Islam maupun syariat agama lain akan tercakup di dalamnya,” kata Haedar.

Terkait diskursus ideologi yang terjadi saat ini, ia merasa masyarakat Indonesia sudah terlalu lama menentangkan istilah-istilah dan mungkin ada unsur-unsur ideologis. Itu semua dilihat cuma menjauhkan kita dari apa yang kita harapkan.

Haedar menegaskan, kini sudah saatnya Indonesia mewujudkan dan mengimplementasikan Pancasila. Termasuk, bagi pejabat-pejabat, ia mengajak untuk mengamalkan Pancasila dalam melahirkan kebijakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here