Mahasiswa itu harus bebas dari paham radikal

0
161

fakta adanya  kelompok tertentu yang menyalahgunakan aktifitas itu untuk penyebarluasan paham radikal terorisme.

 

Pengajar Sekolah Kajian Global Strategic (SKSG) Universitas Indonesia, Muhammad Syauqillah, membenarkan fakta yang diungkapkan oleh Brigadir Jenderal (Pol) Hamli. Khusus untuk penyebarluasan paham radikal terorisme, hal itu biasa terjadi di awal penerimaan mahasiswa.

“Mungkin di sini pernah ada yang mengalami. Nanti kalau masuk ke kampus A, B, dan C hubungi di A, B, dan C. Sudah diarahkan sejak dari masuk. Jaringan mereka memang sangat kuat dari dalam dan luar kampus,” ungkap Syauqillah.

Merespon hal tersebut Syauqillah menekankan pentingnya penanaman pemahaman keagamaan dan kebangsaan bagi generasi muda. “Seluruh kalangan di lingkungan kampus juga harus bahu-membahu melindungi mahasiswa baru dari pengaruh paham radikal terorisme,” katanya.

Sementara mantan narapidana terorisme, Kurnia Widodo, di kegiatan yang sama menyampaikan pengalamannya kepada mahasiswa untuk dijadikan pembelajaran bersama agar tidak terjerumus ke dalam jaringan pelaku. Semuanya bisa diawali dengan langkah yang tepat dalam pertemanan.

“Bukannya Rasulullah memerintahkan berteman dengan penjual parfum agar terpapar aroma wangi? Saya sendiri menjadi pelaku karena salah dalam memilih teman. Karena itu adik-adik di sini saya minta jangan salah dalam pertemanan,” pungkas Kurnia. ][dutaislam.com/shk/gg]

Sumber : Duta islam

#muslimsejati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here