Bersihkan Kampus dari paham Radikalisme

0
35

Harakatuna.com. Lamongan – Paham radikal di tahun-tahun terakhir ini berkembang pesat di dunia kampus. Semua kalangan dari berbagai elemin masyarakat telah tersadarkan dengan ancaman ekstrimisme ini. Di lamongan, Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung meparkan ancaman paham radikal di hadapan mahasiswa baru Unisla.

Pihaknya menegaskan di Indonesia tengah dihadapkan pada masalah disintegrasi bangsa. Padahal, Indonesia merupakan negara yang besar di mana suku, budaya dan agama yang berbeda disatukan dalam NKRI. Radikalisme, menurutnya kerap kali memanfaatkan isu rasisme, deskriminasi dan ketimpangan sosial lainnya unttuk memecah belah bangsa.

“Bahwa isu diskriminasi ini diinginkan oleh pihak luar yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Banyak yang ingin memecah belah bangsa dengan menyebarkan paham-paham radikalisme yang menganggap Pancasila itu kafir dan Demokrasi itu kafir,” kata Feby, Senin (9/9/2019).

Polres Lamongan terus menggelorakan semangat kebangsaan pada mahasiswa. Setelah bertemu dengan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Lamongan dalam seminar kebangsaan, polres menggelar kegiatan yang sama di Universitas Islam Lamongan (Unisla).

Seminar kebangsaan itu mengusung tema ‘Memperkuat Semangat Nasional dan Bela Negara’. Acara yang berlangsung di Aula Unisla itu dihadiri lebih dari 1.000 peserta.

Menurut penelitian dan riset, lanjut Feby, 50 persen penyebaran paham radikal berasal dari media sosial. Sehingga, ia meminta mahasiswa lebih bijak dalam memakai gadget. Dengan memilah dan memilih dalam menerima informasi di media sosial.

Lebih tegas, Polres Lamongan menekankan kepada mahasiswa untuk tidak meninggalkan guru-guru dan ustadz-ustadz yang sesungnguhnya. Ustadz-ustadz yang belum terafiliasi dan terpapar paham ekstrim ini. “Belajarlah dari guru-guru dan jangan belajar dari media sosial,” pungkas Feby.

Sumber : Harakatuna

#muslimsejati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here