Ormas Islam Moderat dan pemerintah sepakat lawan paham Radikalisme

0
17

Harakaruna.com. Jakarta – Sejak Agustus, satu bulan yang lalu, kasus radikalisme, terorisme dan separatisme menempati rangking teratas dalam indeks konflik nasional, Indonesia. Kasus tersebut telah memakan banyak korban.

Menyikapi hal ini, Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI)harus turun tangan untuk menanganinya. Bagi ketua LPOI, KH Said Aqil Siroj, maraknya kasus terorisme, radikalisme, separatisme hingga rasisme disebabkan ketidak tegasan pemerintah untuk menyikapi beberapa oknum dan ormas tertentu.

Pemerintah Tidak Tegas Menindak Radikalisme

Pihaknya meminta pemerintah agar lebih tegas dalam menindak kelompok-kelompok radikal.“Seluruh ormas Islam yang tergabung dalam LPOI serta ormas yang berkomitmen terhadap empat pilar, akan mendukung aparat dalam bertindak sesuai dengan dengan konstitusi,” ujar Said melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Said juga mengajak semua pihak, khususnya umat Islam agar mengisi kemerdekaan dengan menyebarkan Islam yang santun dan menjauhi kekerasan, memperbanyak pendidikan dan membangun masyarakat yang menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Pihaknya juga berharap semua kalangan masyarakat, mulai dari instanski pendidikan hingga Ormas kecil sekalipun untuk juga menyikapi persoalan bengasa ini. “Kita turut berjuang semampu kita, kita ikut bersama-sama dengan para pemangku yang lain mempertahankan NKRI, Pancasila, Bhineka Tungga Ika, UUD 1945,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum LPOI H. Lutfy A. Tamimi menyebutkan pemerintah tampak kurang tegas menindak oknum penyebar dan pelaku radikalisme. Hal ini dapat dilihat dari keragu-raguan pemerintah untuk menutup ormas dan oknum ekstrim layaknya FPI dan LPI.

“Pemerintah kurang tegas, sehingga terkesan membiarkan berbagai radikalisme yang ada,”. Sambung Lutfy di tengah-tengah pembicaraannya.

Lutfy mengatakan bahwa radikalisme, terorisme dan separatisme di Indonesia kian membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Selama pemilu yang berlangsung baru-baru ini menjadi bukti bagaimana radikalisme berbaju agama sangat terasa,” kata Lutfy.

Baca Juga: Mbah Maimoen: Sekarang Tak Ada Khilafah, adanya Indonesia

Lutfy kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk bertindak dengan mencegah, jangan sampai terjadi adu domba yang kemudian memecah bangsa Indonesia. “Kami juga meminta kepada pemerintah agar lebih tegas lagi dan tidak membiarkan kelompok radikal berdiam di Indonesia,” kata Lutfy.

Sumber : Harakatuna

#muslimsejati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here