Menhan : Usir WNI yang menolak Pancasila

0
17

Harakatuna.com. Jakarta- Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Riyamizard Ryacudu, menyampaikan, semakin banyak ancaman untuk memecah belah keutuhan negara dan bangsa di era 4.0. Selain ancaman nyata seperti perang pemikiran, bangsa Indonesia juga perlu mewaspadai ancaman tidak nyata.

“Yaitu ancaman perang mindset atau yang populer disebut dengan perang modern atau ‘Proxy War’ akan semakin masif, terstruktur, dan sistematis yang berupaya untuk merubah ideologi negara Pancasila dan (berusaha) memecah belah NKRI,” tutur Menhan dalam sambutan dalam Acara Forum Rekat di Hotel Grand Sahid Jakarta, Rabu (2/10).

Ancaman perang mindset ini, terang Menhan, berbentuk kekuatan tak terlihat yang berupaya untuk merusak landasan moral dan jati diri bangsa Indonesia. Ancaman tersebut pun berusaha melakukan infiltrasi ke berbagai dimensi kehidupan mulai dari dimensi pendidikan, ekonomi, politik, sosial, budaya, hingga militer yang melalui media informasi.

Ancaman tersebut, lanjut Menhan, dilakukan bertujuan untuk membelokkan pemahaman terhadap ideologi negara menjadi ideologi asing seperti faham materialisme, liberalisme hingga radikalisme seperti faham khilafah. Menhan menegaskan, berbagai ideologi tersebut tak akan pernah bisa menggantikan ideologi Pancasila khas Indonesia.

“Ideologi-Ideologi asing tersebut cocok ditempat asal mereka seperti Liberalisme di Amerika dan Eropa, Komunisme di Cina dan Rusia, Sosialisme di Beberapa Negara Eropa dan Radikalisme Agama di Timur Tengah. Biarkan Ideologi-Ideologi tersebut berkembang di Negaranya, tetapi tidak di Indonesia. Tidak boleh!” tegasnya.

Menhan menegaskan bahwa pancasila telah final sebagai nilai, ideologi dan falsafah negara kesatuan republik ini. Maka keberadaan ajaran dan nilai Pancasila, menurutnya harus diterima keabsahannya. Sehingga keberadaannya tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun, baik individu atau kelompok.

“Di sini negara Pancasila, rumah kita Pancasila. Kalau tak suka Pancasila silakan keluar, cari rumah sendiri!” tegas Menhan. Pernyataan ini disampaikannya dalam kerangka mempertegas bahwa Indonesia tidak akan menerima ideologi apapun selain Pancasila. Maka sebagai konsekuensinya, menolak pancasila sama saja dengan menolak keberadaan Indonesia. Dan secara otomatis harus keluar dari negara Indonesia.

Sumber : Harakatuna

#muslimsejati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here