Kalangan Perempuan Tangkal Radikalisme Sejak Dini

0
12

Harakatuna.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sosialisasikan Kebijakan Perlindungan Anak dari Radikalisme dan Tindak Pidana Terorisme. Dilaksanakannya kagiatan ini bertujuan untuk menjadi bekal dalam upaya pencegahan dan penanganan anak korban stigmatisasi radikalisme sejak dini.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Kependudukan, PPPA Provinsi Kaltim, Noer Adenany saat sosialisasi tersebut di Samarinda, mengatakan perempuan bisa menjadi benteng utama untuk menangkal paham terorisme dalam keluarga.

Nany menjelaskan, maraknya aksi terorisme menyebabkan korban anak dan perempuan luka-luka, bahkan diantaranya ada yang tewas. Keprihatinan juga muncul karena adanya terduga terorisme yang melibatkan keluarga, anak dan perempuan dalam aksi tersebut.

Selain itu, anak remaja juga rentan disusupi paham radikalisme. Pada remaja, kemampuan adaptasi dipengaruhi oleh nilai yang didapatnya dari lingkungan sosial dan keluarga.

Ini terjadi karena masa remaja adalah masa transisi dari periode anak menuju dewasa, mengingat remaja berada pada masa “badai topan” yang berarti memiliki jiwa dan semangat kuat yang diibaratkan semangatnya meletup-letup karena ingin diakui keberadaan maupun jati dirinya.

“Sementara pada perempuan, ada pula ikatan kuat pada hubungan suami istri sehingga perempuan menjadi pengikut setia pada suami, sehingga bisa merasakan hal yang sama oleh doktrin yang ditanamkan oleh suami,” terangnya dilansir Antara, Jumat (4/10).

Meski demikian, lanjutnya peranan ibu juga menjadi penting untuk menangkal radikalisme. Syaratnya, kata Nany seorang ibu sebelumnya mendapat pemahaman yang memadai terhadap tindakan terorisme dan makna bermasyarakat yang mengutamakan kemanusiaan.

“Mengapa benteng utama penangkalan paham radikal terorisme adalah peran ibu dan perempuan dalam keluarga, karena peran perempuan sangat strategis dalam edukasi dan literasi terhadap keluarga, khususnya anak-anak agar terhindar dari paham kekerasan dan terorisme,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here