Menumbuhkan Budaya “Malu”

0
10

Mempunyai rasa malu termasuk anugerah luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada orang mukmin. Karena dengan mempunyai rasa malu bisa menjadi obat yang mujarab untuk menyembuhkan atau bahkan menangkal segala macam kejahatan, baik itu radikalisme, terorsisme maupun korupsi.

Orang yang melakukan kejahatan pada umumnya disebabkan oleh hilang dan lunturnya rasa malu dalam sanubarinya. Karena dengan tidak mempunyai rasa malu, manusia akan bertindak bebas dan semaunya sendiri. Oleh karenanya menumbuhkan rasa malu dan menjaga eksistensi rasa malau agar tetap berada disanubari adalah suatu kewajiban.

Kenapa sifat malu ini patut dijaga keberadaanya..? yang jelas karena malu adalah sebagian daripada iman. Tanpa memiliki rasa malu keimanan seseorang belum bisa dikatakan sempurna. Nabi Muhammad bersabda:

اْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ َاْلإِيْمَانُ.

Artinya: “Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘Lâ ilâha illallâh,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang Iman.”
[Shahîh: HR.al-Bukhâri].

Malu Akan Mendatagkan Segala Kebaikan

Dengan demikian memiliki sifat malu merupakan keutamanan bagi seorang muslim. Malu adalah akhlaknya seorang muslim yang harus terus dipertahankan. Tidaklah seseorang mempunyai rasa malu melainkan akan mendatangkan kebaikan. Seperti yang disabdakan Nabi Muhammad

اَلْـحَيَاءُ لاَ يَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْـرٍ.

Artinya: “Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata.”

Ditengah maraknya isu hoak, radikalisme, terorisme yang menyebar begitu leluasa disosmed tanpa bisa terbendung. Maka jelas langkah utama untuk menghilangkan atau untuk mengurangi hal tersebut adalah dengan menumbuhkan sifat malu.

Dalam hadist nabi diatas telah dinyatakan bahwa malu adalah sebagian daripada iman. Maka menjadi konsekuensi juga hilangnya malu berarti hilangnya sebagian keimanan kita kepada Allah SWT. Jika konsekuensinya begitu mengerikan apabila kehilangan sifat malu maka tidakkah malu jika seorang muslim menyebarkan hoak..?, tidaklah malu jika seorang muslim menjadi terosisme..? tidakkah malu jika seorang muslim berpaham radikal..?.

Sangatlah jelas ketika menjadi seorang muslim yang baik bahwa melakukan hal-hal yang bernilai kejahatan adalah perbuatan yang memalukan untuk dilakukan. Walhasil segala kejahatan baik itu korupsi, radikalisme, terorisme dapat dicegah dengan menumbuhkan sifat malu dalam sanubari.

Sumber : Harakatuna

#muslimsejati

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here