Tantangan Terbesar Mahasiswa Adalah Radikalisme

0
19

Harakatuna.com. Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa Pemerintah saat ini fokus pada langkah kontra radikalisasi dan deradikalisasi. Untuk melakukan dua upaya tersebut, Pemerintah memberi mandat kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). BNPT diharapkan bisa menjadi leading sector yang mengoordinasikan berbagai instansi terkait. Sebab radikalisme yang masuk ke segala sektor pendidikan menjadi tantangan terbesar mahasiswa hari ini.

Wapres menyampaikan hal itu saat menerima Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (22/01/2020). “Sebab peran koordinasi itu menyangkut pendidikan, pemahaman agama yang mutlak. Juga menyangkut masalah perekrutan pegawai negeri dan perusahaan BUMN, dan kementerian-kementerian terkait,” terang Wapres dikutip dari KIP SetWapres.

BACA JUGA  Agama Jadi Faktor Terbesar Terjadinya Radikalisme

Sebelumnya, Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo melaporkan tantangan yang paling berat di kalangan mahasiswa saat ini. Menurutnya tantangan itu adalah maraknya faham radikalisme yang menyasar ke dunia akademin.

IMM dan Tantangan Terbesar Mahasiswa

Penelitian yang dilakukan oleh IMM, papar Najih, menemukan bahwa beberapa mahasiswa penerima beasiswa dari luar negeri, kembali ke Indonesia dengan membawa kefahaman radikalisme. “Faham radikalisme ini dianggap rentan mengganggu keutuhan bangsa,” kata Najih.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Ketua Bidang Riset IMM Ari Susanto mengemukakan, saat ini IMM mencoba membangun narasi bagi kader-kader IMM, pada khususnya, dan kader mahasiswa pada umumnya, yaitu Pancasila Sebagai Kompas Bangsa. “Narasi Pancasila sebagai Kompas Bangsa berasal dari wacana Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah dan mengikuti referensi dari Pak Kyai, Pancasila sebagai Darul Miitha, Negara Kesepakatan,” papar Ari Susanto.

BACA JUGA  Penguatan Paham Kebangsaan Bisa Tangkal Radikalisme dari Hal Kecil

Menanggapi pandangan tersebut, Wapres menyambut positif dan mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh IMM. Waprespun meminta IMM untuk berkoordinasi dengan BNPT dan mengambil angle atau porsi yang sesuai dengan kapasitasnya sebagai mahasiswa. “Pemerintah memang perlu partisipasi dari ormas-ormas, baik induk, maupun underbow-nya, seperti IMM ini,” pesannya.

Mengakhiri perbincangan dengan Wapres, DPP IMM mengundang Wapres untuk membuka serta mengisi kuliah umum pada Tanwir IMM ke-28 di Nusa Tenggara Barat, tanggal 6 Februari 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here