Komisi Dakwah MUI: Lupakan Eks WNI Anggota ISIS Karena Telah Khianati NKRI & Pancasila

0
43

Jakarta – Wacana pemulangan 600 warga negara Indonesia (WNI) eks anggota ISIS di Suriah menjadi terus memunculkan pro dan kontra. Pemerintah Indonesia sendiri masih melakukan pembahasan masalah itu, meski belum ada rencana pasti pemulangan itu.

Presiden Joko Widodo bahkan secara pribadi enggan membawa pulang para WNI eks ISIS yang kini berada di kamp-kamp pengungsian di Suriah. Kendati demikian, masalah itu tetap akan dibahas dalam rapat terbatas (ratas) kabinet.

Persoalan ini sangat pelik, karena status kewarganegaraan WNI eks ISIS tidak jelas akibat tidak memiliki paspor. Pun dengan ideologi mereka yang telah dirasuki ideologi bar-bar ala ISIS. Dikhawatirkan bila mereka kembali ke Indonesia, justru akan menimbulkan masalah baru.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis menilai secara hukum warga ISIS atau eks ISIS dari Indonesia otomatis adalah eks WNI. Oleh karena itu, pemerintah tidak perlu memikirkan, apalagi memperjuangkan mereka untuk masuk ke Tanah Air.

“Mereka sudah jelas bukan warga negara Indonesia dan tak setia kepada Pancasila, UUD dan NKRI. Lupakanlah mereka karena sudah melupakan NKRI,” kata Cholil dalam keterangan tertulisnya yang, Jumat (7/2/2020).

Menurut Cholil, jika anggota ISIS atau eks ISIS telah menanggalkan status WNI-nya karena kabarnya mereka telah membakar paspor RI, pemerintah tidak perlu memulangkan mereka. Apalagi mereka telah terpapar ideologi sesat.

“Ada masalah dengan hukum nasional yang harus dijalani. Bahkan mungkin hanya jadi penyakit ideologi yang akan mewabah di Tanah Air. Kecuali anak-anak jika masih bisa diselamatkan maka perlu dipertimbangkan untuk dipulangkan atau dipastikan ideologinya,” tuturnya.

Menurut dia, Indonesia tidak perlu membela orang tidak setia kepada Pancasila, UUD dan NKRI. Karena mereka tak mengakui keberadaan negara maka pemerintah tak perlu hadir menyelamatkan dan menyelesaikan masalah eks WNI yg bergabung dg ISIS.

Baca Juga:  Alquran Harus Benar-benar Hidup Dalam Diri Muslim Indonesia

“Biarlah kholifah dan khilafahnya yang hadir menyelesaikan urusannya,” pungkas Cholil.

 

Sc: Islamkaffah.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here