2.5 C
Munich
Friday, December 2, 2022

Lirik Pasar Muslim Dunia, Vietnam Mulai Perbanyak Produk Halal

Must read

Permintaan produk halal terus meningkat secara global. Hal inilah yang tengah dilirik oleh Vietnam untuk membuat lebih banyak produk halal yang akan diekspor ke berbagai negara mayoritas muslim.
Dilansir dari Vietnam plus (8/11) penduduk muslim dunia tercatat mendekati angka dua miliar. Semakin banyak orang yang memeluk agama Islam maka semakin tinggi juga permintaan akan produk halal.

Para ahli menyebutkan bahwa hal ini bisa menjadi potensi pasar yang menjanjikan. Perusahaan di Vietnam pun sedang bergerak dan diminta oleh pemerintah untuk mulai memproduksi berbagai produk halal.

Nguyen Tuan, wakil direktur Pusat Promosi Perdagangan dan Investasi Kota Ho Chi Minh (ITPC) mengatakan bahwa berbagai produsen di Vietnam harus memahami persyaratan halal untuk meningkatkan ekspor ke negara mayoritas muslim.

Nguyen Tuan menyampaikan bahwa permintaan produk halal mengalami peningkatan dari konsumen muslim dan non-muslim. Peningkatan ini terjadi pada produk konsumsi.

Nantinya produk halal asal Vietnam akan diekspor ke negara-negara mayoritas muslim termasuk UEA, Malaysia, Indonesia, Brunei, Pakistan, dan negara lainnya di kawasan Timur Tengah.

Peningkatan Permintaan Produk Halal di Vietnam
Bukan hanya meningkatkan produksi produk halal untuk komoditas ekspor, di Vietnam sendiri permintaan produk halal mulai banyak. Salah satu alasannya adalah karena semakin banyak muslim dari berbagai negara yang datang ke Vietnam dengan tujuan traveling, bekerja, dan juga belajar.

Pedoman halal yang harus dikantongi perusahaan di Vietnam harus mengacu pada ajaran Islam. Termasuk dalam hal ini proses penyembelihan hewan yang diatur dengan sangat ketat.

Pangsa pasar untuk produk halal di Vietnam hingga saat ini diatur dengan sistem yang sederhana. Artinya antara produk halal tidak mengalami perbedaan harga yang signifikan. Sebab ada beberapa negara yang menetapkan harga berbeda untuk produk halal, seperti di Amerika Serikat atau Uni Eropa.

Ramlan Osman selaku direktur Halal Center Vietnam mengatakan untuk mendapatkan sertifikasi halal, setiap produk harus diseleksi secara teliti. Untuk produk makanan misalnya, tidak boleh tercemar oleh babi atau alkohol.

Selain itu, produk halal juga tidak diperkenankan memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Karena halal berkaitan juga dengan thayyib yang artinya baik.

Ramlan Osman menegaskan proses produksi makanan halal harus benar-benar dipisahkan dari bagian non-halal.

Selain produk makanan, pasar halal secara global juga mencakup berbagai barang kebutuhan harian seperti barang rumah tangga, keuangan, fashion, obat-obatan dan juga kosmetik. Adapun aturan dan persyaratan untuk produk non-makanan tidak seketat pada aturan makanan.

Para ahli mengatakan ada hampir dua miliar muslim di seluruh dunia dan permintaan pada produk halal bernilai sekitar 2,3 triliun USD per tahun.

Di Vietnam, pasar halal masih terbilang kecil karena jumlah muslim di Vietnam masih sedikit. Masyarakat Vietnam juga belum terbiasa dengan standar halal bagi umat muslim

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article