0.4 C
Munich
Saturday, December 3, 2022

Ternyata Kerajaan Islam Pertama di Indonesia, Ada Sejak 840 M

Must read

Perkembangan dan penyebaran agama Islam di Indonesia tidak lepas dari peran kerajaan-kerajaan Islam yang pernah ada. Lalu, kira-kira apa kerajaan Islam pertama di Indonesia?
Dikutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah oleh Imam Subchi, hasil seminar sejarah Islam di Medan tahun 1963 menyimpulkan bahwa kerajaan Islam yang pertama kali didirikan di Indonesia adalah Kerajaan Perlak.

Kesimpulan seminar tersebut dikukuhkan dalam seminar sejarah Islam di Banda Aceh pada tahun 1978. Kemudian ditetapkan lagi dalam seminar sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Aceh dan Nusantara pada 1980 di Banda Aceh.

Pendapat yang menyebut Kerajaan Perlak adalah kerajaan Islam yang pertama kali didirikan di Indonesia turut dijelaskan oleh Nana Supriatna dkk dalam buku IPS Terpadu.

Ada sejumlah sumber yang dijadikan rujukan mengenai keberadaan Kerajaan Perlak. Di antaranya Kitab Idharul Haqq karya Abu Ishak Makarani Al Fasy, Kitab Tazkirah Thabakat Jumu Sulthan As Salathin karya Syekh Syamsul Bahri Abdullah Al Asyi, serta catatan Sayid Abdullah Ibn Sayid Habib Saifuddin tentang Silsilah Raja-Raja Perlak dan Pasai.

Dari sumber-sumber tersebut dinyatakan bahwa Kerajaan Perlak berdiri di Aceh pada 1 Muharram 225 H atau 840 M. Pada tanggal itu pula, Kerajaan Perlak diresmikan menjadi kerajaan Islam. Kemudian menunjuk Saiyid Abdul Aziz sebagai kepala pemerintahannya, sehingga bergelar Sultan Alaiddin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah.

Selain itu, ada juga tiga bukti yang bisa mendukung keberadaan Kerajaan Perlak. Pertama, mata uang Kerajaan Perlak yang diyakini sebagai mata uang tertua yang ditemukan di Indonesia. Uang tersebut terdiri dari tiga jenis mata uang, yakni emas (dirham), perak (kupang), dan dari tembaga atau kuningan.

Satu sisi pada mata uang emas tersebut tertulis “al-Ala” dan sisi lainnya tertulis “Sultan”. Mata uang perak (kupang) memiliki satu sisi yang bertulis “Dhuribat Mursyidam”, dan sisi yang lain tertulis “Syah Alam Barinsyah”.

Sementara itu, mata uang tembaga (kuningan) bertuliskan huruf Arab tetapi belum dapat dibaca. Adanya mata uang yang ditemukan menunjukkan bahwa Kerajaan Perlak adalah sebuah kerajaan yang maju.

Kedua, stempel kerajaan. Stempel ini bertuliskan huruf Arab, dengan tulisan “Al-Wasiq Billah Kerajaan Negeri Bendahara Sanah 512”. Kerajaan Negeri Bendahara adalah bagian dari Kerajaan Perlak.

Ketiga, makam Raja Benoa. Ada makam salah seorang raja Benoa di tepi Sungai Trenggulon, yang pada batu nisannya tertulis huruf Arab.

Ahli sejarawan UIN Jakarta, Prof. Dr. Hassan Ambari mengungkapkan bahwa nisan makam tersebut dibuat sekitar abad ke-4 H atau abad ke-11 M. Berdasarkan catatan Kitab Idharatul Haq fi Mamlakatil Ferlah wal Fasi, Benoa adalah negara bagian dari Kerajaan Perlak.

Sumber dan bukti peninggalan sejarah yang ditemukan memperkuat Kerajaan Perlak sebagai kerajaan Islam tertua di Indonesia.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article